Menurut Kantor Berita ABNA, Hujjatul Islam wa Muslimin Sayyid Shamshad Hussein Razavi, kepala Asosiasi Cendekiawan Muslim Imami Schengen hadir di Kantor Pusat Lembaga Internasional Ahlulbait as dalam sebuah pertemuan dengan Ayatullah Reza Ramezani, Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait as pada Minggu, (20/2).
Ayatullah Ramezani menyatakan dalam pertemuan tersebut, "Hujjatul Islam Razavi adalah salah seorang ulama yang bersama dengan keluarganya di Eropa telah bekerja keras dalam penyebaran dan dakwah Islam Ahlulbait as. Beliau telah mendedikasikan dirinya untuk melayani para pengikut Ahlulbait as dan saya sangat menghargai usaha dan dedikasi beliau."
Lebih lanjut pengajar di Hauzah Ilmiah Qom ini menyebutkan dirinya berkewajiban untuk membantu dan mendukung pusat-pusat dan lembaga-lembaga Islam di Eropa sebanyak mungkin.
Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait ini selanjutnya mengacu pada perlunya pemahaman yang benar tentang maktab Ahlulbait as mengatakan, "Tradisi Ahlulbait as menemukan antusiasme dan minat di manapun berada. Ini menunjukkan kesesuian ajaran Ahlulbait as dengan Islam yang universal dan sesuai untuk semua tempat dan waktu. Pengikut Ahlulbait as adalah yang setiap waktu dan kesibukannya adalah memperkenalkan maktab Ahlulbait dan makrifat para Imam suci."
Di bagian lain penyampaiannya, dia berkata, "Rakyat Iran mengeluh tentang beberapa masalah, tetapi mereka benar-benar berkomitmen pada garis Imam dan revolusi, dan kita semua menyaksikan kepatuhan rakyat pada nilai-nilai revolusi dengan kehadiran mereka saat memperingati hari kemenangan revolusi Islam Iran. Ini menunjukkan kehadiran berbagai segmen masyarakat adalah bentuk kesetiaan mereka pada garis perjuangan Imam Khomenei."
Ayatullah Ramezani menekankan, "Kami sangat berharap untuk masa depan. Tekanan terhadap revolusi adalah wajar karena Islam Iran memiliki cita-cita yang besar dan melakukan pekerjaan yang besar. Rakyat Iran banyak belajar dari pemboikotan yang dialami Bani Hasyim pada awal penyebaran Islam di Syi'ib Abi Thalib. Sehingga tekanan-tekanan yang dihadapi dan dirasakan rakyat Iran ini dihadapi dengan penuh kesabaran dan ketegaran sebagaimana yang diteladankan oleh Ahlulbait Rasulullah saw."
Dia juga menggambarkan aktivitas dan program kerja Lembaga Internasional Ahlulbait as dengan berkata, "Lembaga menjalankan semua program-proram dakwah dan pendidikan dengan semangat. Universitas Internasional Ahl al-Bayt as telah ditingkatkan dari 9 jurusan menjadi 15 jurusan dan program studi dan kehadiran mahasiswa-mahasiswa asing dari berbagai negara menunjukkan kualitas universitas ini turut bersaing. Kami juga memiliki 4 program doktoral di Universitas Ahlulbait. Selain itu, Tsaqalain Network adalah chanel televisi satelit yang menjangkau 18 juta penonton,. Selanjutnya, Wiki Syiah juga aktif dengan lebih dari 10 bahasa yang menawarkan 25.000 lebih artikel ilmiah. Kantor Berita ABNA juga aktif dalam 25 bahasa dan kami berhubungan dengan banyak dai dan muballigh di seluruh dunia."
Pada bagian akhir penyampaiannya, Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait as menyatakan, "Kita harus menyebarkan ajaran Aimmah Maksum as ke seluruh dunia. Kita tidak perlu khawatir tentang masa depan sebab sejatinya dengan izin Allah Swt Revolusi Islam Iran yang sudah bangkit ini akan terhubung dengan Revolusi Imam Zaman afs."
Hujjatul Islam wa Muslimin Sayyid Shamshad Hussein Razavi ketua Asosiasi Organisasi Cendekiawan Muslim Imami Schengen mempresentasikan laporan tentang kegiatan Pusat Tauhid Islam di Norwegia. Ia menyebutkan mengorganisir acara mazhabi seperti i'tikaaf, menggelar majelis-majelis duka dan wiladah, menerjemahkan buku-buku Islam, menerbitkan majalah dan buku untuk kelompok usia yang berbeda dan penyediaan layanan keagamaan lainnya adalah aktivitas dan kegiatan lembaga ini.
Perlunya kehadiran ulama yang akrab dengan komunitas internasional di Norwegia, kebutuhan untuk memecahkan masalah pusat-pusat Islam dan upaya Lembaga Internasional Ahlulbait as untuk mendukung aktivitas dakwa lembaga komunitas Syiah di Eropa menjadi bagian dari pembicaraan Hujjatul Islam Razavi dalam pertemuan tersebut.